-->
Iklim Berganti, Biopori Menjadi Solusi

Iklim Berganti, Biopori Menjadi Solusi

Dampak Perubahan Iklim, Jakarta Butuh Lebih Banyak Biopori
Oleh: Nike Hermawan

“ ...Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupmu, tiada badai, tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu, orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman, orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman... “

Kutipan lirik lagu Koes Plus di atas menggambarkan betapa kaya dan indahnya negeri Indonesia ini bila dijaga dan dilestarikan serta dimanfaatkan dengan baik. Begitu melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki oleh negeri ini. Bahkan negeri ini pernah dijuluki sebagai Zamrud Khatulistiwa karena keindahannya, serta sempat juga dijuluki sebagai paru-paru dunia karena besarnya manfaat yang diberikan hutan-hutan di Indonesia terhadap kelestarian udara di dunia.

Namun apa yang terjadi saat ini adalah sebuah paradoks yang berbanding terbalik dengan apa yang pernah dirasakan para generasi pendahulu kita tersebut. Alam Indonesia semakin lama semakin rusak karena perbuatan kita sendiri. Penebangan dan penggundulan hutan terus terjadi tanpa memperhatikan dampak terhadap kelangsungan ekosistem di sekitarnya. Pembukaan lahan hingga pembakaran hutan masih sering terjadi hingga asap yang dihasilkan sampai dirasakan ke negara tetangga. Sungguh ironis memang, bahkan salah satu negara maju di eropa pernah memberikan sejumlah bantuan kepada Indonesia agar Indonesia berkomitmen terhadap pelestarian hutan-hutan yang dimilikinya.

Bumi sudah tidak lagi ramah kepada kita seperti dulu. Pemanasan global akibat perbuatan kita menyebabkan suhu bumi meningkat. Polusi yang terjadi serta emisi karbon yang dihasilkan dalam jumlah besar tidak mampu terurai dan pada akhirnya menyebabkan efek rumah kaca di muka bumi. Sebagai akibatnya, musim yang dulu datang dan pergi dengan teratur kini tak lagi seperti itu. Lihat saja, waktu yang seharusnya musim kemarau menjadi musim hujan, dan yang seharusnya musim hujan berubah menjadi kemarau. Saat sekarang ini kita sering mendapati hujan lebat di musim kemarau dan panas terik di musim hujan. Pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan iklim di setiap bagian bumi termasuk Indonesia.


Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia tidak mampu menahan laju modernisasi yang ada tanpa memperhatikan aspek lingkungan di dalamnya. Jakarta melupakan pentingnya ruang terbuka hijau yang sangat dibutuhkan setiap kota untuk menjaga eksistensinya. Saat ini Jakarta sendiri baru memiliki sekitar 9,6% (sembilan koma enam persen) pada tahun 2010 dari minimal 30% (tiga puluh persen) ruang terbuka hijau yang ditentukan dalam Undang-undang. Alhasil ketika musim hujan tiba sekitar bulan Desember dimana jumlah air hujan melimpah, Jakarta tidak mampu menyerap jumlah air hujan yang turun dalam waktu yang cepat sehingga menyebabkan banjir di hampir semua wilayah Jakarta. Selain dikarenakan sistem drainase yang buruk dan tumpukan sampah yang mengganggu aliran air, hal tersebut juga dikarenakan ruang resapan air yang ada sudah sangat mengkhawatirkan baik dari kualitas maupun kuantitasnya. Hijaunya pepohonan yang dulu mudah dijumpai, sekarang sudah tergantikan oleh bangunan perkotaan.

Laju pertambahan jumlah penduduk di Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan. Jakarta yang semakin padat dengan jumlah penduduk yang ada tidak diimbangi dengan jumlah lahan yang semakin terbatas. Kawasan permukiman padat penduduk pun menjadi sebuah realita yang sangat mengkhawatirkan dan tidak dapat lepas dari kota Jakarta. Bagaimana masyarakat tersebut bisa memperhatikan aspek lingkungan di sekitar mereka jika untuk hidup di Jakarta saja ruang gerak mereka sangat terbatas satu sama lain. Di samping itu pembangunan gedung-gedung bertingkat untuk menunjukkan eksistensi Jakarta sebagai ibukota negara terus dilanjutkan. Tanah-tanah yang semula berfungsi sebagai area resapan air kini ditutupi oleh lapisan aspal dan beton yang sulit menyerap air. Hal ini terus terjadi ditengah semakin meningkatnya dampak perubahan iklim yang ada.

Dampak perubahan iklim yang terjadi semakin nyata dirasakan oleh masyarakat. Sejak bangku Sekolah Dasar kita telah mempelajari bahwa Indonesia adalah negara tropis, kita mengenal dua musim dalam setahun yaitu musim kemarau dan hujan. Bulan September hingga Maret biasanya kita mengalami musim hujan sedangkan pada bulan April hingga Agustus biasanya kita dilanda musim kemarau. Dengan adanya perubahan iklim tidak jarang terjadi hujan lebat di musim kemarau dan panas terik di musim hujan. Pada Bulan September ini saja yang seharusnya sudah memasuki musim hujan ternyata masih juga belum ada tanda-tanda memasuki musim hujan. Kita tidak hanya dihadapkan pada masalah kemunduran musim hujan atau kemarau tetapi juga masalah ketidakteraturan musim hujan atau kemarau. Hal tersebut berpengaruh terhadap cadangan air yang bisa diserap oleh tanah. Beberapa daerah mengalami kekeringan yang berkepanjangan sedangkan beberapa daerah yang lain dihadapkan dengan bencana alam banjir dan tanah longsor yang biasanya diikuti terjangkitnya banyak penyakit akibat banyaknya genangan air yang tidak kunjung surut. Biasanya di musim kemarau, masyarakat sulit sekali mendapatkan air karena air persediaan di bawah tanah semakin sedikit karena sedikitnya cadangan air yang mampu terserap, sedangkan di musim hujan masyarakat sepertinya kebingungan mengatasi jumlah air yang sangat melimpah hingga terjadi banjir dimana-mana. Pada musim kemarau, masalah kekeringan akan membawa eksternalitas yang saling berhubungan dan akan membawa kesengsaraan di dalam masyarakat. Kekeringan yang berkepanjangan akan membawa krisis air bersih, para petani gagal panen, kekurangan pangan, dan kelaparan.

Sebuah keprihatinan besar bagi kita semua khususnya sebagai generasi muda terhadap dampak perubahan iklim yang terjadi di sekitar kita. Pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi musim kemarau berkepanjangan, misalnya masalah krisis air bersih maka akan diatasi dengan membuat hujan buatan, penyediaan air bersih, kekurangan pangan akan diatasi dengan melakukan penambahan alokasi pangan di daerah yang terjadi krisis pangan tersebut. Namun, ada sebuah pertanyaan yang sedikit mengganjal yakni mengapa kita tidak bisa mencegahnya sebelum berbagai masalah itu terjadi. Kita seharusnya bukan lagi berupaya untuk mengatasi berbagai masalah yang biasanya terjadi bila musim kemarau berkepanjangan tiba karena kita bersama sudah mengetahui bahwa musim kemarau atau musim hujan pasti akan datang. Sebelum berbagai masalah itu datang alangkah baiknya bila kita bisa mencegahnya agar kejadian tersebut tidak terus terulang setiap tahunnya.

Manusia sebagai makhluk hidup pastinya membutuhkan sebuah tempat tinggal untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Dengan berbagai masalah yang ditimbulkan akibat perubahan iklim yang terjadi, maka perumahan dan kawasan permukiman ramah lingkungan mulak diperlukan guna mencegah dampak perubahan iklim tersebut. Idealnya terdapat pembagian antara kawasan perumahan dengan kawasan lain, misalnya kawasan industri. Di samping itu juga harus diperhatikan bahwa setiap kawasan harus memiliki taman sebagai ruang terbuka hijau yang cukup untuk menampung resapan air hujan. Di tambah pembuatan sistem drainase yang terintegrasi dan dipelihara dengan baik agar aliran air tidak terganggu. Namun bagaimana dengan Jakarta yang sistem tata ruang kotanya sudah tidak lagi diperhatikan dengan baik. Setiap pengembang kawasan perumahan memiliki konsep dan tata ruang perumahannya masing-masing tanpa terintegrasi satu sama lain. Bagaimana juga dengan kawasan permukiman padat penduduk yang sudah semakin kumuh tanpa memperhatikan aspek lingkungan disekitarnya. Tidak mungkin Jakarta yang sudah sangat padat ini ditata ulang secara keseluruhan hingga mampu menciptakan kawasan permukiman yang ramah lingkungan secara terintegrasi satu sama lain.

Bukanlah generasi muda bangsa ini jika kita hanya mengeluh terhadap kondisi Jakarta yang ada tanpa berbuat suatu tindakan nyata. Biarlah masalah tata ruang kota menjadi masalah pemerintah. Lakukanlah peran kita di masyarakat untuk menjaga lingkungan perumahan kita dulu, dan salah satunya melalui pembuatan lubang biopori. Pembuatan lubang biopori di pekarangan rumah adalah sebuah hal kecil yang dapat dilakukan dengan mudah, namun dapat memberikan manfaat yang luar biasa apabila dilakukan konsisten dan semangat kebersamaan menjaga lingkungan. Lubang biopori dapat dibuat ditanah dengan diameter 10 sampai dengan 15 cm dan kedalaman sekitar 100 sampai dengan 120 cm. Jika terdapat lahan yang lebih luas, kita juga dapat membuat sumur resapan yang berukuran lebih besar yang berfungsi untuk menampung air hujan dan mengurangi pembuangan air ke sungai secara langsung. Tidak akan sia-sia jika kita membuat lubang biopori karena lubang tersebut akan memberikan banyak manfaat terhadap kelestarian lingkungan di sekitar kita. Bayangkan jika bila setiap rumah, kantor dan/atau tiap bangunan di Jakarta memiliki biopori, berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah tentu akan semakin banyak pula sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Sampah-sampah organik rumah tangga pun dapat kita buang ke dalam lubang biopori ini yang nantinya akan menjadi makanan bagi mikroorganisme di dalam tanah. Mikroorganisme tersebut akan mengubah sampah organik tersebut menjadi kompos yang merupakan pupuk bagi tanaman di sekitarnya. Kualitas dan kuantitas air yang terserap pun menjadi semakin meningkat dengan adanya lubang biopori tersebut.

Memang tidak mudah untuk membuat bumi kita kembali seperti sedia kala. Bukanlah sesuatu yang mustahil apabila kita mempunyai tekad yang kuat bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, sekalipun diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk mewujudkannya. Besar harapan agar anak cucu masih dapat menikmati indahnya alam indonesia yang sungguh luar biasa. Tiada ada jalan lain bagi kita semua untuk bergerak menyelamatkan bumi ini mengambil sebuah langkah bersama. Biarlah setiap individu menyadari akan perannya masing-masing terhadap pelestarian lingkungan. Biarlah pemerintah memikirkan dan mengeksekusi cara-cara terbaik dari sudut pandang makro terhadap pelestarian lingkungan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Marilah kita sebagai individu di masyarakat mulai membuat lubang-lubang biopori di pekarangan rumah atau dimanapun tempatnya yang cocok untuk area resapan air. Ajaklah teman, kerabat, masyarakat sekitar untuk tergerak langsung dalam aksi menyelamatkan lingkungan ini. Kita tidak akan berhasil berbuat sesuatu yang yang lebih besar jika tidak disertai dengan kemenangan-kemenangan kecil. This is simple, mulailah dari hal-hal yang kecil, mulailah dari diri sendiri, dan mulailah dari sekarang. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang mencintai dan menjaga bumi dan lingkungan kita ini. Go green! (19/09/11)
Baca selengkapnya »
Tradisi Lebaran Keluarga gw

Tradisi Lebaran Keluarga gw

LEBARAN, sebuah kata yang menggambarkan bahwa kita telah melaksanakan kewajiban puasa di bulan Ramadhan satu bulan penuh, kecuali yang batal ditengah lho, hehehe...
Tapi puasa atau ga puasa, ternyata umat islam semuanya ikut larut dalam sukacita lebaran yang hanya terjadi setahun sekali. Coba lihat tradisi masyarakat Indonesia kalau mau mendekati hari lebaran, yakni mudik. Mereka rela berpanas-panasan, antri tiket panjang, macet pula, hanya demi merayakan yang namanya lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Keluarga gw di bekasi udah beberapa tahun ga pulang kampung ke Semarang (Kendal) ataupun ke Solo (Boyolali), lantaran kondisi sosial dan ekonomi yang memaksa kami mengurungkan niat kami untuk pulang ke kampung halaman seperti orang-orang lain. Ditambah keluarga gw lagi melaksanakan hajat besar untuk meluluskan gw dari bangku kuliah, sehingga ga akan pulang kampung dulu sebelum gw lulus kuliah, biar semuanya beres dulu katanya baru pulang kampung biar tenang.
Alhasil beberapa tahun terakhir gw di bekasi ini entah mengapa ada tradisi yang tidak tertulis yang selalu gw alami dari tahun ke tahun. Meskipun tradisinya itu-itu aja, tapi inilah lebaran di keluarga dan masyarakat kampung gw. Inilah yang membuat hari lebaran begitu berbeda dengan hari-hari yang lainnya.

1.) Berangkat Sholat Ied pukul 06.00
Setelah berpuasa kurang lebih satu bulan lamanya, kita akan dihadapkan dengan yang namanya Idul Fitri 1 Syawal. Kita disunahkan untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri dua rakaat yang pelaksanaanya mirip seperti Sholat Jumat setiap minggunya. Di beberapa tempat pelaksanaan sholat ied, biasanya sholat ied dilaksanakan pada pukul 07.00. Warga masyarakatnya baru berdatangan pukul 06.30, kecuali panitianya. Nah kalo di kampung gw, berangkat jam segitu berarti siap-siap dapet shaff paling terakhir, biasanya sih ga dapet alas tiker atau terpal yang udah disiapin sama panitianya dari semalem. Mulai sebelum jam 06.00 warga masyarakat kampung gw udh mulai meluncur ke TKP. Entah apa motivasi mereka, mungkin setahun sekali jadi datang pagi-pagi ga masalah buat setahun sekali juga. Ya mau ga mau keluarga gw pun harus berangkat pukul 06.00 untuk mendapatkan shaff yang lebih baik, daripada dapat sisa yang paling belakang.

2.) Stand by sebentar di rumah
Sepulang sholat ied, kelurga gw melakukan sungkeman dari yang muda ke yang tua. Diawali ibu gw sungkem ke bapak, dilanjutin gw dan kakak gw yang sungkeman ke bapak dan ibu. Besar harapan mereka kepada kami berdua agar tetap akur, jangan berselisih, saling memaafkan satu sama lain demi masa depan yang lebih baik.
Setelah sungkeman selesai, biasanya para tetangga berdatangan ke rumah gw untuk bersilaturahmi. Mungkin sederhana hanya bersalam-salaman aja, tapi ternyata hal itu sangat bermakna karena dilakukan pada hari yang suci bahkan dilakukan setahun sekali. Setiap harinya kita tidak mudah untuk bisa bertemu dengan semua tetangga, tetapi pada hari raya semua tetangga berbaur untuk saling bertemu satu sama lain untuk sekedar bertemu dan bercakap-cakap serta lebih mengakrabkan diri.


Suasana sungkeman Hari Raya Idul Fitri 1431H - Tahun 2010


3.) Keliling kampung
Di kampung gw ada juga orang-orang yang dituakan di masyarakat, bisa juga dibilang tokoh masyarakat. Memang sudah menjadi rahasia umum kalau masyarakat di sini kurang afdhol atau kurang mantep kalo belum berkunjung ke rumah mereka. Setelah memastikan tetangga ga ada yang berkunjung ke rumah gw, barulah gw sekeluarga keliling kampung menuju rumah mereka. Sesekali di jalan bertemu dengan rombongan keluarga lain, sekalian salam-salaman juga. Ya setidaknya dengan keliling kampung, gw juga bisa ketemu dengan semua masyarakat yang ada di kampung gw.

4.) Open House
Setelah capek keliling kampung, sampailah kembali gw dan keluarga gw di rumah tercinta. Kami menyiapkan kue-kue kering, minuman ringan, sampai makanan besar yakni ketupat besar atupun soto ayam. Tidak lupa kami juga menyiapkan uang recehan untuk saweran anak-anak kecil yang berkunjung ke rumah kami. Alhamdulillah, tidak diminta, tidak diundang, tetapi sangat diharapkan kedatangannya, yakni para tetangga dekat, kerabat jauh, serta teman-teman lama sudi datang ke rumah kami. Mungkin sudah ditakdirkan oleh-Nya agar silaturahmi kami semua tidak akan terputus dan akan senantiasa diperbaharui terus menerus dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1432H ini.

Suasana Hari Raya Idul Fitri 1432H - Tahun 2011
Baca selengkapnya »
Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang (part3)

Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang (part3)


Bapak Beri Makan Apa?
Ada seorang peternak sapi yang cukup berhasil dan punya beratus-ratus ekor sapi. Pada suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar dan bertanya, "setiap hari sapi-sapi ini bapak beri makan apa?"
Peternak menjawab, "oh saya beri makan rumput-rumput saja".
"kalo begitu bapak saya denda karena telah memberi makan sapi-sapi ini secara tidak layak" kata si petugas. "Bapak saya denda 2juta".

Akhirnya selang beberapa hari kemudian petugas tadi datang kembali dan menanyakan hal yang sama kepada si peternak.
"Bapak beri makan apa sapi-sapi ini??" kata si petugas.
Si peternak menjawab, "saya beri makan keju, hamburger, & susu"
"kalo begitu bapak saya denda 3 juta rupiah karena memberi makan diluar batas sewajarnya...!!" kata si petugas.

Akhirnya seminggu kemudian datang lagi si petugas menayakan hal sama kepaada si peternak, "Bapak beri makan apa sapi-sapi ini..??" tanya si petugas.
Akhirnya karena takut didenda lagi si peternak menjawab, "begini pak setiap hari semua sapi-sapi ini saya beri uang masing-masing tiga ribu rupiah, terserah mereka mau makan di mana....!!!!".

Apa Keuntungannya?
Seorang pengembang real estate sedang mempromosikan rumah kepada seorang pembeli. Pengembang : "rumah ini memiliki beberapa keuntungan dan kerugian."
Pembeli : "oh ya? saya ingin tahu dulu apa kerugiannya."
Pengembang : "di sebelah timur rumah ini ada tempat pembuangan sampah, di sebelah baratnya ada pabrik cuka, terus di sebelah selatannya ada pabrik karet & di sebelah utaranya ada tempat penampungan limbah pabrik."
Pembeli : "kalau begitu, apa dong keuntungannya ?"
Pengembang : "keuntungannya, anda akan selalu tahu dari arah mana angin bertiup."

Jangan Ampe Lupe
Dodo sepulang dari sekolah bercerita pada babenya yg gak pernah sekolah.
"Be..tadi aye dimarahin ama pak guru."
"Emang loe salah ape Do.."
"Tadi aye kagak bisa jawab pertanyaan pak guru."
"Emang loe ditanye ape..?"
"Pak guru tanye..dimana letaknya Washington.."
"Mangkenye Do.. laen kali kalo' loe ngeletakin sesuatu jangan ampe lupe letaknye."

2 x 2
Berapa 2 X 2 ?
Ahli Fisika : (ngitung pake kalkulator tua...) "3,99999999"

Surveyor : (ngitung pake penggarisan...) "3,89988423942"

Filsuf : "pokoknya angkanya ada dan itu memang bener-bener nyata"

Ahli komputer : "Angkanya berkisar antara 3,533 sampe 4,9867"

Statistisi : "Dengan tingkat kepercayaan 95% angka itu berkisar antara 3,82232 sampe
4,1233"

Akuntan : "...Kamu tutup pintu...jendela dan ke sini pelan-pelan... Nah sekarang berapa yang kamu mau..."

Tes Darah
Dua orang cowok sedang duduk di sebuah klinik kesehatan. Salah satu dari mereka menangis sampai bercucuran air matanya.
Cowok yang lain bertanya, "Mengapa kamu menangis ?"
Yang nangis menjawab, "Saya kesini untuk tes darah."
Cowok yg lain tanya, "Trus kenapa? Kok kamu sampai menangis? Takut?"
Yang nangis menjawab, "Bukan. Ketika sedang menjalani tes darah, mereka memotong jariku."
Mendengar hal ini cowok yang lain mulai menangis.
Cowok yang pertama kaget dan bertanya, "Lho, kenapa kok kamu yang menangis sekarang ?"
Jawab cowok yang lain, "Soalnya... aku dating kesini untuk tes urine..."
Baca selengkapnya »
Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang (part2)

Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang (part2)


Uang Tutup Mulut
Cerita ini terjadi di kalangan angota dewan yang terhormat seorang anggota dewan pada suatu siang ditelepon oleh seorang perempuan suara disana berkata:
"selamat siang bapak anggota dewan", dari suarannya perempuan itu masih muda
"siang","ini siapa yahh??".tanya anggota dewan itu
"saya ane, yang pernah tidur bersama bapak waktu itu"
"hah???",terdengar penasaran
"klo bapak tidak ingin rahasia itu terbongkar bapak harus memberi saya uang tutup mulut",
"ok baiklah " jawab anggota dewan itu pasrah

... kemudian dia berpikir dimana dia pernah meniduri wanita tersebut. Beberapa hari kemudian si anggota dewan itu menyerahkan sejumlah uang di suatu tempat yang telah ditentukan. Tetapi setelah beberapa hari kemudian wanita itu meneleponlagi dan memintakan hal yang sama, dan anggota dewan yang terhormat itu mengabulkan lagi permintaannya tetap dengan penasaran. Setelah beberapa minggu kemudian wanita itu meminta lagi hal yang sama dengan ancaman yang sama.
Akhirnya dengan pasrahnya anggota dewan tersebut mengabulkannya tetapi pada akhir
pembicaraan si anggota dewan bertanya lagi ....
"ok lah, aku kabulkan tapi jangan bikin penasaran gitu dong. Saya cuman mo tanya emangnya kita pernah tidur bersama dimana??"
wanita itu menjawab dg lembutnya, "kita khan pernah tidur bersama pada waktu pak HARTO membacakan pidatonya di GEDUNG DPR...

Kandang Singa
Pemimpin sirkus : "Hei, mengapa kamu lupa menutup kandang singa sehabis pertunjukkan tadi malam?
Mick : "Sebetulnya nggak perlu terlalu dipermasalahkan Pak. Siapa sih yang berani mencuri singa?"

Penyakit Rematik
Dokter kepada pasiennya, kakek 72 tahun....
Dokter : "Pak, rasa sakit di kaki kanan anda itu tampaknya akibat penyakit rematik." Pasien : "Penyakit rematik itu apa, dok ?"
Dokter : "Rematik itu salah satu penyakit yang menyerang sendi, Pak. Penyakit itu dapat disebabkan, misalnya, karena usia Bapak sudah tua..."
Pasien : "Eh, dokter jangan coba2 bohongin saya ya !! Kaki sebelahnya, umurnya juga udah sama tuanya, tapi gak sakit apa2 tuh"
Baca selengkapnya »
Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang (part1)

Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang (part1)


Obrolan di Peternakan Ikan
Di suatu tempat, salah satu negara berkembang ada sebuah peresmian peternakan ikan yang dananya mendapat bantuan dari bank dunia. Untuk go public, undangan pun disebar ke seluruh dunia. Dalam perjalanan menuju tempat pengguntingan pita, terjadi dialog di antara para tamu undangan.

Tamu dari Jepang : Di negara saya tidak perlu tambak ataupun perternakan ikan seperti ini, kalau kami mau makan ikan, pergi saja ke sungai bawa tangguk, cidukkan ke sungai, dua atau tiga kali ciduk pasti dapat ikan.

Tamu dari Korea : Itu belum seberapa di tempat saya, sekali tangguk saja sudah dapat ikan. (sementara wakil dari Indonesia mau ngomong, e.. keduluan dari Cina)

Tamu dari Cina : Eehh, Tuan-tuan masih kalah di negara gua, tidak usah pakai tangguk, pakai saja gayung sudah dapat ikan 2 ekor.

Tamu dari Indonesia : He... bapak-bapak, ente tidak pernah ke Indonesia 'kan... Di negara saya, di setiap sungai, kalau kita mau ambil air satu ember saja susah banget, kita harus usir ikan- ikan yang ada di sungai, baru kita ambil airnya.
Hihihi... :p

Harga Kakatua
Di sebuah toko penjual burung, mempunyai 2 burung kakak tua. Kedua burung itu berbeda, yang satu suka bernyayi dan yang satunya lagi hanya diam saja, datang seseorang ingin membeli burung kakak tua. Ia berkata kepada si penjual burung :

Pembeli : Berapa harga burung kaka tua ini mas...??
Penjual : Kalau yang suka nyayi itu 500.000 rupiah, sedangkan yang diam itu 1.000.000 rupiah.

Pembeli : Lho kok yang suka nyayi harganya lebih murah dari yang hanya diam saja. Penjual : yah.... jelas beda wong yang harganya 1.000.000 itu pencipta lagunya kok.

Tidak dihukum
Murid : Pak, apakah orang boleh dihukum untuk sesuatu yang belum diperbuatnya ?
Guru : Oh, tentu saja tidak. Orang hanya boleh dihukum untuk perbuatan yang telah dilakukannya.
Murid: Syukurlah, Pak. Saya belum membuat PR.
Baca selengkapnya »
Surat Dari Suami

Surat Dari Suami


Surat Dari Suami
Sepasang suami isteri setengah baya yang sama- sama dari kalangan profesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota. Mereka memutuskan untuk berlibur di Padang dan menempati kembali kamar hotel yang sama saat mereka melalui masa honeymoon 30 tahun lalu.
Karena kesibukannya, sang suami harus terbang lebih dahulu dan isterinya baru menyusul keesokan harinya.
Setelah check in di hotel di Padang, sang suami mendapati sebuah komputer yang tersambung ke internet telah terpasang di kamarnya. Dengan gembira ia menulis e-mail mesra kepada isterinya di kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta.
Celakanya, ia salah mengetik alamat e-mail isterinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia tetap mengirimkan e-mail tersebut.

Di daerah Pekanbaru, seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru meninggal. Setiba di rumah, ia langsung check e-mail untuk membaca ucapan-ucapan belasungkawa.
Baru selesai membaca e-mail yang pertama, ia jatuh pingsan. Anak sulungnya yang terkejut kemudian membaca e-mail tersebut, yang bunyinya:

To: Isteriku tercinta
Subject: Aku udah sampai!!!
Date: 22 Mei 2006

Aku tahu pasti kamu kaget tapi seneng dapat kabar dariku. Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisa berkirim kabar buat orang-orang tercinta di rumah.
Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudah mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok.
Nggak sabar juga deh rasanya nunggu kamu. Semoga perjalanan kamu ke sini juga mengasyikkan seperti perjalananku kemarin.
Oh iya, disini lagi panas-panasnya. Kalau pada mau, anak-anak diajak aja.

Love,
Papa
Baca selengkapnya »