-->

Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang (part1)


Obrolan di Peternakan Ikan
Di suatu tempat, salah satu negara berkembang ada sebuah peresmian peternakan ikan yang dananya mendapat bantuan dari bank dunia. Untuk go public, undangan pun disebar ke seluruh dunia. Dalam perjalanan menuju tempat pengguntingan pita, terjadi dialog di antara para tamu undangan.

Tamu dari Jepang : Di negara saya tidak perlu tambak ataupun perternakan ikan seperti ini, kalau kami mau makan ikan, pergi saja ke sungai bawa tangguk, cidukkan ke sungai, dua atau tiga kali ciduk pasti dapat ikan.

Tamu dari Korea : Itu belum seberapa di tempat saya, sekali tangguk saja sudah dapat ikan. (sementara wakil dari Indonesia mau ngomong, e.. keduluan dari Cina)

Tamu dari Cina : Eehh, Tuan-tuan masih kalah di negara gua, tidak usah pakai tangguk, pakai saja gayung sudah dapat ikan 2 ekor.

Tamu dari Indonesia : He... bapak-bapak, ente tidak pernah ke Indonesia 'kan... Di negara saya, di setiap sungai, kalau kita mau ambil air satu ember saja susah banget, kita harus usir ikan- ikan yang ada di sungai, baru kita ambil airnya.
Hihihi... :p

Harga Kakatua
Di sebuah toko penjual burung, mempunyai 2 burung kakak tua. Kedua burung itu berbeda, yang satu suka bernyayi dan yang satunya lagi hanya diam saja, datang seseorang ingin membeli burung kakak tua. Ia berkata kepada si penjual burung :

Pembeli : Berapa harga burung kaka tua ini mas...??
Penjual : Kalau yang suka nyayi itu 500.000 rupiah, sedangkan yang diam itu 1.000.000 rupiah.

Pembeli : Lho kok yang suka nyayi harganya lebih murah dari yang hanya diam saja. Penjual : yah.... jelas beda wong yang harganya 1.000.000 itu pencipta lagunya kok.

Tidak dihukum
Murid : Pak, apakah orang boleh dihukum untuk sesuatu yang belum diperbuatnya ?
Guru : Oh, tentu saja tidak. Orang hanya boleh dihukum untuk perbuatan yang telah dilakukannya.
Murid: Syukurlah, Pak. Saya belum membuat PR.

Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang (part1)