-->

Masuk STAN susah, keluarnya juga susah...

WISUDA, ketika kita mendengar kata yang satu ini pasti kita akan langsung terlintas dalam benak kita bahwa seseorang telah mengalami perjalanan yang panjang untuk mencapai suatu titik tersebut. Suatu titik yang mungkin tidak semua orang bisa menggapainya, bisa saja karena seseorang tidak melanjutkan pendidikan akademisnya ke jenjang yang lebih tinggi alias kuliah, bisa juga sudah diberi kesempatan kuliah tapi dikeluarkan alias Drop Out(DO).

Sama halnya yang sudah gw alami selama hampir 3 tahun kuliah di STAN, berbagai proses panjang telah gw alami dengan berbagai suka dan dukanya hingga akhirnya menancapkan masa depan pada sebuah kelulusan yang disebut Wisuda STAN 2011.

Dulu gw berpikir, ternyata masuk STAN itu tidak mudah. Memang tidak mudah, gw dan kawan-kawan harus daftar USM STAN 2008 yang kebetulan bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Antusiasme teman-teman lulusan SMA memang diakui luar biasa, 4 jempol deh. Alhasil nunggu antrian dari pagi, baru dapet giliran setelah zuhur...
Sudah selesai daftar USM STAN, gw harus kebagian tempat ujian di Stadion Gelora Bung Karno(GBK). Gw harus bersaing dengan ratusan ribu pesaing lainnya yang sebagian besar pesaingnya ada di hadapan gw pada saat itu, terlihat jelas dengan mata kepala gw bahwa semua orang yang terlihat di seluruh tribun Stadion GBK adalah orang-orang yang harus gw kalahkan demi mencapai suatu tujuan, masuk STAN.


Suasana pendaftaran USM STAN 2011

Hampir 3 tahun berlalu dan kemudian gw kembali berpikir, keluar STAN itu tidak mudah. Di tingkat 3 yang notabene sudah dijamin lulus, kalaupun gagal bisa ngulang
lagi 1 tahun, masih saja harus bersaing untuk dalam proses pendaftaran Wisuda STAN 2011.
Wisuda tahun ini rencananya diadakan di Jakarta Convention Centre
(JCC) dengan kapasitas yang terbatas dengan jumlah calon wisudawan bersama pendampingnya. Dengan adanya keterbatasan tempat yang terjadi di lapangan, maka Panitia Wisuda (Panwis) 2011 memberikan keputusan yang kontroversial, yakni pembatasan jumlah pendamping. Jadi ada calon wisudawan yang dapat 1 pendamping, ada juga yang dapat 2 pendamping. Nah, cara penetuannya adalah “siapa cepat dia dapat”.

Gonjang-ganjing pendaftaran Wisuda STAN 2 minggu belakangan di dunia maya mngerucut pada kesimpulan bahwa yang mau dapat 2 pendamping maka harus datang lebih awal. Banyak yang berpendapat bila hal ini hanya trend dunia maya saja, sekadar meramaikan isu-isu Wisuda STAN 2011 ditengah pihak Panwis yang mayoritas sedang menjalani UAS Semester 2 dan 4.

Dan pada saat pendaftaran hari pertama Wisuda STAN 2011, 8 Agustus 2011 bisa dibayangkan ternyata semua yang dimunculkan di dunia maya diwujudkan oleh teman-teman yang memang niat sekali untuk mendapatkan jatah 2 pendamping untuk Wisuda STAN 2011.

Suasana Pendaftaran Wisuda STAN 2011

Memang begitulah realita yang terjadi di lapangan. Sesuatu yang kita anggap tak mungkin bagi sebagian orang bisa menjadi mungkin karena adanya beberapa alasan yang kuat. Orang tua, begitulah alasan mereka untuk antri sejak subuh demi mendapatkan jatah2 pendamping.
Hidup memang perjuangan, berhenti berjuang maka berhenti hidup. Bukan sekedar menyerah lalu berhenti mencari, tetapi menunggu hingga giliran lari menghampiri.
Semoga dengan perjuangan ini, mereka bisa menunjukkan rasa cinta mereka terhadap kedua orang tua yang sangan mereka sayangi, best wishes.. :D


Foto suasana pendaftaran USM STAN 2011 by www.stan.ac.id
Foto suasana pendaftaran Wisuda STAN 2011 by Ilham

Masuk STAN susah, keluarnya juga susah...